Join The Community

Search

Senin, 26 Oktober 2009

Batasi Kecepatan, Atasi Kecelakaan

Beberapa hari yang lalu, saya sempat melihat dan membaca sebuah iklan layanan masyarakat yang terpajang di bando (baliho) dengan lapangan rampal Malang. Iklan tersebut bertuliskan "Utamakan Keselamatan, Kurangi Kecepatan Kendaraan."

Iklan ini mungkin menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Terang saja, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena faktor kecepatan kendaraan, terutama motor.

Yang membuat saya heran dan bingung, kenapa perusahaan kendaraan bermotor masih memproduksi motor atau mobil dengan kecepatan tinggi, jika ternyata dapat mengakibatkan kecelakaan? Dan kenapa pemerintah masih menyetujui ijin perusahaan motor tersebut? Kenapa juga kendaraan bermotor tidak diproduksi dengan kecepatan maksimal 60km/jam misalnya untuk mengindari kecelakaan?

Ada sebagian teman saya menjawab, kan ada kalanya kita butuh berkendara dengan kecepatan tinggi, misalnya jika sedang tergesa-gesa atau buru-buru ke kantor, ke sekolah atau lainnya.

Sebenarnya itu hanya alasan belaka. Coba kita telusuri, kenapa anda butuh kecepatan tinggi untuk ke kantor atau sekolah? Karena tergesa-gesa misalnya. Kenapa Anda tergesa-gesa? Karena terlambat berangkat. Kenapa Anda terlambat berangkat? Karena bangun terlalu siang. Kenapa bangun terlalu siang? Karena kemarin abis bergadang, tidur kemalaman atau alasan yang lainnya.

Masalah utama sebenarnya ada di dalam mindset kita. kalo kita bsia memanage diri kita dengan baik, tak mungkin hal semacam ini bisa terjadi. Harus bisa membagi waktu, prioritas terhadap kegiatan-kegiatan yang lakukan serta senantiasa berpikir positif.

Kalau tak mau kecelakaan, ya jangan ngebut, anda ngebut karena tergesa-gesa, kalu tak mau tergesa-gesa, ya jangan terlambat berangkat, kalau ndak mau terlambat berangkat ya bangun pagi, kalu mau bisa bangun pagi ya jangan tidur kemaleman dan seterusnya.

Saya yakin kita bisa mengatasi segala bentuk masalah dengan dengan muda, jika kita berpikir rasional dan positif.

Teman saya yang lain juga bertanya, "Kalau kendaraan cuma diproduksi dengan kecepatan maksimal 60km/jam, gimana kalau mau nganter orang sakit ke rumah sakit, nguber maling atau keperluan mendadak lainnya?" Kita kan bisa membuat pengecualian. Untuk mobil dinas pemerintahan bisa dibuat dengan kecepatan tinggi, misalnya mobil ambulance, pemadam, mobil polisi dll.

Selain bisa terhindar dari kecelakaan, kita bisa menghemat BBM, tidak membuat bising karena memacu gas terlalu besar, berusaha menyelamatkan rekan, keluarga atau penumpang lain saat berkendara.

Terus bagaimana dengan orang bisnis yang butuh pengangkutan cepat? Kita bahas di sesi berikutnya. Semoga bisa mengatasi kecelakaan lalu lintas. :)


6 komentar:

memang serba salah dengan transportasi... cepat takut kecelakaan, lambat gak nyampe2... hehehe:-P

Angka kecelakaan terus meningkat, mari hati-hati dalam berkendaraan dan mentaati peraturan lalu lintas

kalo ga ngebut lama nyampainya..

pelan-pelan asal selamat...

Yang penting fokus. klo gak konsen, tunda dlu keinginan u berkendaraan. thanks n slam peace :)

Posting Komentar

Tinggalkan angan anda di sini