Join The Community

Search

Tampilkan postingan dengan label Kontroversi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontroversi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 September 2010

Jika Ingin Kaya, Bertingkahlakulah Seperti Orang Kaya.

Beberapa waktu lalu saya mampir ke blog teman saya AkuInginSukses.com, dan memang temanya sama, yaitu tentang inspirasi dan motivasi. Saya membaca artikel tentang "hutang" karena kebetulan saya sedang ada banyak utang. hhihihi.. ini cuplikan isinya:

Jadi inilah beberapa hal mengapa anda bisa terlilit dengan hutang :

1. Anda membeli barang-barang yang tidak terlalu anda butuhkan.

Berhentilah membeli barang-barang menurut kat hati anda! Jika perlu hindarilah pergi ke mall! Sebab mall adalah sumber hutang pribadi anda. Tidak ada alasan memanjakan diri anda dengan membeli barang-barang bermerk yang sebetulnya tidak anda butuhkan.

2. Anda menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang yang anda tidak mampu membelinya secara tunai.

Jika anda tidak dapat membeli secara tunai hari ini, jangan membelinya! Sesederhana itu rumusnya....

3. Anda berpikir bahwa merek produk tertentu menandakan status sosial, ’ngetrend’, gaya dsb.
4. Anda membeli mobil baru setiap beberapa tahun.
5. Anda membeli sesuatu yang sebetulnya bisa anda pinjam atau sewa.
6. Anda membayar harga normal untuk setiap barang/jasa yang anda beli.
7. Anda memiliki (atau menyewa) rumah lebih besar dari yang anda butuhkan.
8. Anda tidak memiliki rencana anggaran.
9. Anda tidak mengoptimalkan modal yang anda miliki.
10. Anda menikah dengan pasangan yang ’shopping oriented’.
11. Anda tidak pernah dibekali pendidikan dasar tentang pengaturan keuangan.
12. Anda memiliki mental ’ingin cepat kaya’.
13. Anda memiliki kebiasaan yang buruk.

14. Anda banyak menyia-nyiakan waktu anda sendiri.

Mereka mengatakan “waktu adalah uang”, dan saya tambahkan disini waktu lebih berharga dibandingkan uang. Waktu adalah hal terbesar dalam kehidupan. Uang yang hilang, dapat dicari kembali, namun waktu tidak tergantikan. Jadi jika anda gagal mengatur waktu anda, maka sudah pasti anda akan gagal mengatur uang anda … dan anda akan gagal juga dalam setiap aspek kehidupan anda. Jadi fokuskan waktu dan energi anda pada hal-hal yang penting, lupakan yang lain.
15. Anda tidak menjaga kesehatan anda.
Tapi maaf, saya tidak sependapat dengan ini.. saya mendapati bahwa, "Jika kau ingin kaya bertingkahlakulah layaknya orang kaya. Bertindaklah seperti orang yang sehat, jika mau sehat. Jika Anda ingin bahagia, berperilakulah layaknya orang bahagia." menabung bukan kewajiban lagi di jaman sekarang, itu konvensional.

jika ingin kaya, bertingkahlakulah seperti orang kaya, beli barang yang anda mau, lakukan sesuka hati Anda, tapi harus diingat, orang kaya bukanlah orang boros. kebiasaan seperti orang kaya itu akan berdampak baik bagi diri anda, karena anda telah terbiasa menjadi orang kaya. Anda menjadi lebih sering berbelanja, dan akhirnya pandai cara berbelanja.

Apa yang orang kaya belanjakan? orang kaya membelanjakan uangnya untuk aset, bukan liabilitas.

satu lagi, waktu bukannya uang, tapi uang adalah waktu. Anda sendiri yang bilang jika uang hilang, masih bisa dicari, tapi kalo waktu, itu tidak bisa.. berarti waktu itu bukan uang, uang yang merupakan waktu. karena berapa banyak uang yang kita miliki akan menentukan berapa lama kita hidup.

boleh saja Anda tidak setuju karena saya hanya berteori, saya hanya remaja usia 18 tahun yang kurang makan garam. Semoga bermanfaat.

Senin, 26 Juli 2010

Bom waktu di dapur rumah kita. (LPG #1)

bom waktuHah? Bom waktu?
Amrozi hidup lagi kah?
Ato anak buah Noordin M Top?
Rumah siapa yang ada Bom waktunya?
Rumah Kita Semua!!!
Ha? Kapan naruhnya? Ditaruh di mana?

Bukan ditaruh, tapi kita sendiri yang memasukkan ke dalam rumah!

Gag usah heboh kayak gitu kalee, sekarang Inspirasi Pemuda mau bahas tentang masalah LPG. Ikut yuk!!

Akhir-akhir ini banyak media yang mengabarkan banyaknya masalah yang timbul akibat tabung gas LPG (elpiji). Ada yang meledak, ada yang bocor, tabungnya berkarat, rusah, sampai tabung gas yang dioplos. Ckckckck. Indonesia.

Ya, meskipun sedikit telat, tapi Inspirasi Pemuda tetep pengen berdiskusi mengenai ini dengan sahabat semua.

Oke, untuk yang pertama, kok bisa sih meledak? Banyak orang yang bilang gara-gara regulator yang jelek, ada juga yang berpendapat katanya karet seal penutup tabung yang mudah rusak, sehingga terjadi kebocoran dan saat ada api, BOOM! Meledak! Masuk akal ndak sih? Yuk kita bahas!

Secara, kita pikir secara logika ya, kalo misalnya tabung itu kita buka sealnya (istilah jawanya ”dikowosi”), atau mudahnya kita pasang regulator, tapi tanpa selang. Kan keluar tuh gasnya, terus kita sulut dengan api. Apa mungkin bisa meledak?

Saya rasa tidak, dan itu telah dibuktikan oleh pihak Pertamina sendiri saat melakukan sosialiasi di sebuah tempat beberapa waktu yang lalu. Kan gini, saat regulator di pasang, gas keluar karena ada tekanan dari dalam tabung. Saat kita sulut api, otomatis apinya akan menyembur, ndak mungkin apinya masuk ke dalam tabung dan meledak. Ya kan?

Lha tapi kok bisa meledak itu gimana? Itu karena human error. Sering kali ada kebocoran bukan karena peralatan yang kurang baik, tapi karena lupa mematikan gas (gasnya bukan apinya) saat setelah selesai menggunakan. Memasang regulator dengan tidak benar dan perawatan yang kurang baik misalnya. Sehingga terjadi kebocoran gas, akhirnya ruangan terpenuhi dengan gas elpiji,apalagi ruangan-ruangan kecil dan sempit, saat ada api otomatis akan meledak. Yang meledak bukan tabung gasnya, tapi karena adanya tekanan gas berlebih yang ada di ruang kecil tersebut.

Tapi wacana ini bukan berarti menyalahkan konsumen secara sepihak. Sosialisasi secara langsung dari pihak Pertamina kepada masyarakat yang kurang juga bisa menjadi faktor penyebab adanya human error tersebut. Selain itu, proses produksi secara massal juga menjadi salah satu faktor dalam masalah ini. Kok bisa? Gimana tuh? Kita bahas besok yah.. besok mampir lagi..


Selasa, 13 Oktober 2009

Jangan Salahkan Miyabi


Gembar-gembor pro kontra kedatangan Miyabi ke Indonesia membuat sekelompok masyarakat menjadi kesal mendengar dan melihatnya. Bintang porno Jepang yang bernama lengkap Maria Ozawa Miyabi ini sangat tenar di kalangan pria dewasa, tapi bagaimana dengan anak kecil? Putra-putri kita?

Dengan rencana kedatangannya, memaksa media massa meliput segala bentuk kontroversi yang terjadi di masyarakat. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Itu wajar, yang tidak wajar adalah penyampaian berita ini kepada masyarakat luas. Media massa tak kenal waktu dan sasaran demi mendapat rating dan uang yang banyak.

Penayangan berita tersebut sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, terlebih jika ditayangkan pada waktu siang atau prime time dimana banyak anggota keluarga yang sedang menonton televisi, terutama para remaja dan anak-anak. Yang namanya remaja, rasa keingintahuannya sangatlah tinggi. Karena ditayangkan berita seorang Miyabi, pasti mereka akan bertanya-tanya, Siapa Miyabi itu? Seperti apa wajahnya? dan lain sebagainya.

Dibarengi rasa takut bersalah, mereka tak akan bertanya kepada anggota keluarga lain. Karena dalam berita tersebut mengatakan bahwa Miyabi adalah seorang bintang porno. Tak mungkin hal semacam ini dibicarakan dalam keluarga karena masih menganggapnya tabu.

Sebaliknya mereka akan mencari tau di luar, bertanya kepada teman. Tak puas dengan jawaban temannya, mereka pergi untuk mengakses internet yang mereka anggap sebagai sumber segudang informasi. Dicari dalam mesin pencari online dengan menuliskan keyword Maria Ozawa, Miyabi, Maria Ozawa Miyabi. Apa yang keluar? Gambar-gambar "syyuurr" akan terpampang di layar monitor mereka. Semakin tertarik dengan gambar tersebut, mereka mulai meng-klik salah satu gambarnya. Masuklah mereka kedalam situs koleksi gambar porno Jepang dan lain sebagainya. Kegiatan pencarian terus dilakukan hingga akhirnya mereka melihat adegan-adegan Miyabi yang membuatnya terkenal di kalangan pria. Apa efeknya?

Penyakit remaja yang satu lagi keluar, rasa ingin mencoba!!! Kalau sudah begini, siapa yang akan bertanggung jawab? Akankah anda menyalahkan Miyabi karena iya menjadi seorang bintang prono?


1. Miyabi tak akan terkenal seperti sekarang jika para pria berusaha menolak untuk melihatnya sejak awal, dengan bermodal Islam dan Iman.

2. Jika Miyabi tak terkenal, tak mungkin ada seorang produsen Indonesia yang ingin mengontraknya untuk memainkan filmnya.

3. Karena tak ada rencana memainkan film Miyabi di Indonesia, maka tak akan ada kontroversi di masyarakat.

4. Media massa tak akan menayangkan kontroversi tersebut.

5. Anak-anak tak akan pernah tau atau mencari tau tentang seorang Miyabi.

6. Kejadian yang tidak diinginkan dan direncakan tidak akan pernah terjadi.


Just Say:

Kenapa kita harus membuat suatu hal yang berbau negatif, jika tak lebih mudah untuk membuat hal yang bernuansa Positif?

Dengan Shalat kita akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar.


Kamis, 01 Oktober 2009

Indonesia tak Indahkan Pancasila



Jika dasar negara sudah tersusun dengan baik dan negara yang bersangkutan berpedoman teguh padanya, maka dapat dipastikan negara tersebut tak akan mengalami kesulitan yang berarti dalam mewujudkan tujuan negara, mensejahterakan rakyat serta terdepan di percaturan dunia.

Pancasila yang diakui oleh Indonesia sebagai dasar negaranya , ternyata tidak sepenuhnya di-"indah"-kan. Pancasila hanya dijadikan formalitas belaka tanpa menjunjungnya dengan sepenuh hati. Hanya sebagai lambang yang dipajang di ruang sidang, sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga negara lainnya.

Ketuhanan Yang Maha Esa, yang jelas bahwa berarti Indonesia berpandangan satu Tuhan yang berhak disembah. Karena Esa berarti satu, maka seharusnya tak berlaku multi Tuhan di Indonesia.

Perlakuan yang tak adil terhadap para pelaku tindak pidana juga merupakan bentuk penghinaan terhadap pancasila yaitu sila kedua. Secara logika, apakah adil orang yang mencuri ayam untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan dijerat kurungan 5-10 tahun penjara, sedangakan para koruptor yang merampok uang rakyat hingga milyaran hanya diundang mampir selama 2 tahunan untuk menikmati layanan mewah di jeruji besi.

Persatuan Indonesia, sila ketiga yang seharusnya bisa membawa kita kedalam persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh, ternyata tidak membuahkan hasil, pemberontakan utnuk memerdekakan diri kerap terjadi, multi partai yang diterapkan di Indonesia hanya membuat sikap primordialisme yang berlebihan dan akhirnya saling menjatuhkan. Sehingga NKRI akan semakin jauh dari persatuan.

Pemilu yang diadakan dengan tujuan agar "dianggap" sebagai negara demokrasi berdasarkan ideologi kerakyatan, bertolak belakang dengan Pancasila sila keempat yang meyatakan bahwa "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan". Ini berarti rakyat Indonesia berada dalam naungan permerintahan, segala keputusan baik itu pemutusan presiden, undang-undang, dewan perwakilan dan segala kebijaksanaan lainnya hendaklah ditentukan dengan permusyawaratan. Dalam hal ini lembaga yang berwenang adalah MPR dan DPR sebagai wakil-wakil rakyat.

Bagaimanapun segala sesuatu hasilnya akan terasa lebih baik jika ditentukan dengan musyawarah daripada mengandalkan aspek kuantitas. Karena dengan musyawarah kita dapat mengevaluasi sisi negativ dan mempertahankan sisi positif sehingga akan ditemukan hasil yang jauh lebih baik. Pandangan mayoritas rakyat terhadap pilihannya, belum tentu menjamin tingginya kualitas.

Kesejahteraan rakyat tak terpenuhi, kurangnya pemerataan pelayanan publik merupakan hasil tidak diberlakukannya musyawarah secara efisien. Dengan begitu, satu lagi melengkapi ketidak sesuaian praktik di negeri ini terhadap dasar negaranya sendiri yaitu Pancasila. karena dalam Pencasila sila kelima, menuntut akan keadilan sosial yang harus disama ratkan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hari kesaktian Pancasila jangan hanya dijadikan sebagai ajang event rutin Nasional, berubah mulai sekarang, lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang terkecil. We Can to Change. Bangkit Indonesia. Junjung tinggi Pancasila.


Rabu, 30 September 2009

G30S PKI Masih Beraksi

Asal mulanya berawal dari teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin menyatakan bahwa manusia merupakan perubahan atau bentuk evolusi dari seekor kera. Dan selanjutnya berkembang teori tersebut menjadi suatu paham komunis yang menganggap tidak adanya Tuhan , memperlakukan manusia dengan sama rata tanpa adanya pengakuan hak milik atau pun hak asasi lainnya.

PKI international pertama kali berkembang di Jerman dengan kepemimpinan Hitler, menjalar ke daerah Rusia hingga akhirnya ke Cina. Perkembangan yang dilakukan ini semata-mata untuk memperoleh kekuasaan para pemimpinnya. Dengan berlambang Palu dan Sabit Merah, mereka menjarah dunia dengan keyakinan mereka yang salah kaprah tersebut.

PKI berkembang di Indonesia diawali dengan adanya pemberontakan di Madiun pada pertengahan hingga akhir September 1948. Dipimpin oleh Muso, PKI berusaha mendesak NKRI untuk mengubah ideologi dan dasar negara yaitu Pancasila menjadi negara komunis.

Untuk menghindari keretakan persatuan dan kesatuan bangsa, dilakukan tindakan mengirim ribuan pasukan untuk menumpas pemberontakan di Madiun ini. Pasukan yang dijuluki Siliwangi ini pada akhirnya berhasil menangkap pimpinan berserta seluruh pengikut PKI.

Dengan redanya pemberontakan pada masa itu tak membuat PKI jera, mereka kembali melakukan pemberontakan pada tanggal 30 September sampai 22 Oktober 1965 di Jakarta , Jawa Tengah dan Yogjakarta. Pada pemberontakan tersebut terjadi peristiwa yang kita kenal sebagai Peristiwa Lubang Buaya yang menewaskan 7 Pahlawan kita (Ahmad Yani dkk) dan sekarang kita sebut sebagai Pahlawan Revolusi.

Singkat cerita di atas mungkin bisa mengingatkan kita kepada peristiwa G30S PKI. Kita tahu bahwa pada masa itu, terutama di Jerman, Rusia dan Cina Partai Komunis sungguh keji memperlakukan manusia demi memperoleh kekuasaan dan berharap bisa menguasai seluruh isi dunia.

Gerakan Pemberontakan PKI merupakan wujud fisik para iblis dunia dalam misinya menghancurkan peradaban manusia. Bisa kita lhat dengan dipaksanya mereka untuk meyakini ketiadaan Tuhan, pemaksaan kerja tanpa upah, penganiyaan tidak di akuinya hak milik atau hak asasi yang membuat mereka menjadi sengsara.

Kaum komunis tak mungkin menghentikan aksinya sampai akhir dunia walaupun tak ada pemimpin selayaknya Hitler pada masa lalu. Cara yang dilakukannya pun berbeda, tidak mungkin dengan kondisi manusia yang sekarang ini mereka melakukan tindakan pemaksaan, penganiayaan dan lain sebagainya. Umat pasti akan melakukan pemberontakan jika dilakukan dengan cara yang sama seperti dahulu.

Di masa sekarang Komunis tak menyatakan dirinya sebagai seoarang Komunis, mereka menyamarkan keberadaan mereka di antara masyarakat pada umumnya. Atau bahkan mereka memang bukan dari Golongan Komunis, tapi jiwa mereka tak kalah dengan komunis.

Sebagai contoh, mereka memaksa remaja kita untuk mencintai musik, mensugesti mereka dengan segala cara untuk meyakini bahwa musik merupakan kebutuhan hidup yang harus terpenuhi. Ketergantungan oun mulai dirasakan oleh para remaja, konser musik berangsur-angsur di-event-kan oleh mereka, sengaja di lakukan di malam hari, percampuran penonton perempuan dan lelaki tak dapat dihindari, waktu shalat pun terlewati, pulang menjelang pagi, sehingga kurang lengkap jika tidak mabuk lagi.

Dengan hanya satu contoh tersebut, sudah berapa dosa yang kita lakukan. Tanpa berpikir panjang tentang bagaimana ajaran agama dan tata krama. Hal semacam ini kerap terjadi di lingkungan kita. Komunis punya banyak cara untuk menghancurkan manusia, padahal mereka sendiri juga manusia. Apa mereka masih meyakini keyakinan mereka yaitu mereka berasal dari golongan kera? Kalau begitu wajar saja.

Bersikap sewajarnya, tidak berlebihan senantiasa bersyukur atas segala yang kita terima, serta menjalankan dengan sepenuh hati ajaran agama dan tata krama merupakan jalan untuk bisa membentengi diri kita.


Jumat, 11 September 2009

MUI itu Bukan Allah

Halal dan Haram merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Seseorang akan terhamabat dalam upaya pendekatan diri kepada Allah sang Maha Pencipta, jika di dalam dirinya mengandung unsur haram walaupun itu sedikit. Baik itu, makanan yang ia makan, pakaian yang mereka kenakan dan lain sebagainya.

Namun, masih banyak hal di sekitar kita yang belum pasti akan kehalal-haramannya. Misalnya kita ambil contoh merokok dan mengemis. Sehingga timbul keraguan-keraguan dalam benak masyarakat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, MUI selaku pihak yang mengaku sebagai pihak yang mengurusi (atau mungkin juga bertanggung jawab) tentang ke-Islam-an di Indonesia, kerap kita jumpai melakukan ijtihad (pengambilan keputusan tentang sesuatu yang belum atau tidak di nash-kan di Al-qur'an atau hadits) untuk menentukan halal dan haramnya sesuatu.

Perlu kita ingat bahwa terdapat dalil yang menyatakan " Yang berhak menentukan halal dan haramnya sesuatu hanyalah Allah swt". Dengan berdasarkan dalil ini, jelas bahwa MUI tidak berhak sepenuhnya menentukan halal atau haramnya sesuatu yang masih syubhat. Karena MUI bukan Allah yang berhak menentukan, sesuai dengan dalil tersebut.

Seperti contoh tadi, merokok dan mengemis, baru-baru ini terdengar oleh kita bahwa di sejumlah daerah, MUI daerah menyatakan haram untuk merokok atau mengemis. Sejak zaman Rasulullah dan sahabat dulu sudah ada yang namanya merokok dan mengemis, dan tidak ada larangan untuk itu atau tidak diharamkan. Bisa dikatakan demikian karena ada hadits yang mengakatan " Jangan pernah menghardik orang peminta-minta". Mengemis memanglah tidak dianjurkan oleh Islam, tapi bukan berarti haram kan?

Nah, jika MUI berdalih menyatakan itu haram dengan alasan agar manusia (ummat) senantiasa dalam keadaan sehat, tidak mengganggu orang lain, tidak bermalas-malasa, tidak meminta-minta dan lain sebagainya (sebagai akibat tindakan merokok dan mengemis). Jangan gunakan fatwa haram utnuk melarangnya. Karena halal dan haram itu berurusan dengan Allah, maka hanya Allah lah yang tahu apakah perbuatan mereka itu dosa (haram) atau tidak. " Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Jika memang larangan itu terpaksa dilakukan, alangkah lebih baik jika larang tersebut dicantumkan dalam peraturan daerah atau Undang-undang. Dengan begitu MUI tidak akan menyalahi kehendak Allah (tentang penentuan halal haram). Dan ini akan berjalan lebih efektif karena peraturan pemerintah akan lebih dipatuhi oleh masyarakat. Sebab jika terjadi pelanggaran maka ada sanksi atau hukuman yang tegas atas tindakan tersebut.

Pengemis sebenarnya tidak ingin mengemis, itu semua terjadi karena adanya "orang atas" yang kurang peduli kepada para pengemis. Dengan melarang orang untuk mengemis itu hanya akan menghilangkan pekerjaan mereka, dan merebut makanan mereka. Akan lebih mulia jika pengemis dibina dan diberi modal untuk dijadikan sebagai pengusaha. Atau setidaknya bermental wirausaha.

JUST : TALK LESS DO MORE


Jumat, 28 Agustus 2009

Indonesia Dilecehkan, Pemerintah tak Segera Ambil Tindakan

Mulai dari masalah TKW, kedaulatan, perebutan wilayah, peng-klaim-an budaya, kerajinan, bahkan sekarang tarian yang jelas-jelas berasal dari Bali pun diklaim oleh Malaysia. Baru-baru ini juga kita dengar dan lihat di media massa, bahwa mereka juga berani mengobrak-abrik alat pemersatu kita, Indonesia Raya. Bingung, heran, kecewa bahkan marah memang wajar terasa dalam benak masyarakat Indonesia pada pemerintah.
Kenapa tidak???

Dengan berbagai tindakan Malingsia seperti ini, pemerintah hanya berani menyatakan "akan melakukan tuntutan". Masih akan, lalu menunggu apalagi? Negara manapun jika sampai lagu kebangsaannya dilecehkan seperti itu, pasti akan menyatakan perang kepada negara yang bersangkutan.
Tapi mungkin ada benarnya juga Indonesia tidak menyatakan perang, karena berbagai faktor yang mungkin nanti akan merugikan bangsa sendiri, apalagi pemerintahan saat ini juga belum pulih sempurna. Menurut saya ada tiga alasan mengapa pemerintah tidak menyatakan perang, yaitu:
1. Pemerintah tidak yakin terhadap kekuatan militer kita juga tak ada dana, sehingga takut kalah jika berperang melawan Malingsia. Apalagi Malaysia di backing-i oleh negara-negara persemakmuran Inggris, yang pasti jika Malaysia diserang, mereka akan membantunya, dan Indonesia ... ?
2. Menghindari kejadian yang akan merugikan masyarakat sipil, yang jelas perang akan membawa dampak pada segala aspek kehidupan masyarakat. Belum lagi jika harus ada warga sipil yang harus jadi korban perang.
3. Tidak ada Soekarno muda yang berani mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan atau paling tidak menghormati bangsanya.

Atau mungkin ini hanya permainan orang atas saja, pengalihan berita yang semula gembar-gembor di masalah pemilu yang gak beres, jadi di alihkan perhatian masyarakat, dengan di adakannya skenario semacam ini? ckckckck
Tapi setidaknya pemerintah harus melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membuat Malingsia menjadi jera agar tidak mengganggu dan melecehkan negara kita lagi. Kalau pemerintah tak yakin dengan kukuatan militer, takutnya adanya korban dari warga sipil, atauoun tak ada Soekarno muda yang bernai memulai serta memimpinnya, berikut saya beri saran kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah ini.
Gitu aja kok repot, di sini banyak dukun, mentalist, ahli hipnotis dan lain sebagainya, santet aja tu orang yang bikin kerusuhan. Jangan langsung kepala negaranya, tapi orang yang berkaitan langsung dulu aja. Seperti pihak yang buat iklan tentang kebudayaan Malingsia yang mencantumkan tari Pendet, lalu orang yang memposting hinaan terhadap Indonesia Raya, para juragan TKI yang mayak dll.
Dari pada perang menghabiskan biaya banyak, mending sewa dukun aja. misalnya sewa 10 dukun, jadikan 1 tim itu, bayar aja 2 jutaan, total cuma 20juta, trus suruh tu duku buat ngapain kek semua pihak yang merugikan Indonesia. Beres kan. ndak mungkin ketauan, karena ndak ada bukti fisik. iya tho?

mungkin bersambung ...
terima kasih, semoga bermanfaat.